--Engkau meninggalkanku lebih dulu, seperti aku kehilangan 'perahu' di kampung halamanku-- David (iken)
Saya tidak tahu cara mengungkap perasaan saya bagaimana. Seorang teman yang selalu saya ajak untuk mengekspresikan hobi sekarang lebih dulu meninggalkan teman-temannya.
Tidak banyak yang kami lakukan, hanya hobi yang biasa-biasa saja. Selain menjadi teman saya menuangkan bakat merakit bait-bait lirik hingga menjadi sebuah lagu (semasa sekolah). Dan selalu ia orang yang pertama saya cari dan ia pula yang selalu menemani saya meluangkan waktu untuk memancing, pun tak jarang kita berlayar dengan perahu tradisional milik nelayan sekitar. Sebab saya orang pesisir, memancing adalah suatu kegiatan yang selalu tidak lupa saya lakukan sewaktu pulang ke kampung halaman Labuhanhaji...
Dia nahkoda, orang yang selalu memandu saya ketika ingin sekali berlayar dilaut lepas, sebab, selain ia mahir memancing juga tahu medan dimana tempat-tempat tongkrongan ikan.
Sekenal dan setahu saya dikampung itu dia satu-satunya anak muda berbakat yang lihai dengan gitar-gitarnya, saking ahlinya ia dijuluki dan dikenal orang-orang sebagai --David slash-- layaknya seorang gitaris Band berpanggung internasional.
Dulu, ia pernah meminta saya untuk membuatkan ia sebuah lirik lagu yang berbau politis dan kritis terkhusus kepada para politikus-politikus republik ini. Dan malam ini khusus pula menyanyikan lagu untuknya dan semoga saja ia mendengarnya; lirik yang kurang lebih begini: --Kutanyakan Pak polisi keadilan di negri ini, Jangan biarkan reformasi dikebiri, jangan biarkan politisi menghancurkan negri. Mari jemput revolusi yang sudah lama kita nanti, Indonesia kan berdikari, jika mati tikus-tikus negri. --
Kini, dia telah lebih dahulu pergi, semua itu hanya tinggal cerita dan memori saja dipikiran saya. Dan hanya dua yang tersisa tentang kita, dan hanya dua juga cara saya untuk mengenangnya, pertama; menyanyikan lagu-lagu kita, kedua; berlayar di lautan lepas yang terbentang luas, seluas persahabatan kita.
Semoga Allah AzzaWajallaa mengampuni semua dosa-dosamu kawan... Aamiin Yarabbal 'Alamin
Saya tidak tahu cara mengungkap perasaan saya bagaimana. Seorang teman yang selalu saya ajak untuk mengekspresikan hobi sekarang lebih dulu meninggalkan teman-temannya.
Tidak banyak yang kami lakukan, hanya hobi yang biasa-biasa saja. Selain menjadi teman saya menuangkan bakat merakit bait-bait lirik hingga menjadi sebuah lagu (semasa sekolah). Dan selalu ia orang yang pertama saya cari dan ia pula yang selalu menemani saya meluangkan waktu untuk memancing, pun tak jarang kita berlayar dengan perahu tradisional milik nelayan sekitar. Sebab saya orang pesisir, memancing adalah suatu kegiatan yang selalu tidak lupa saya lakukan sewaktu pulang ke kampung halaman Labuhanhaji...
Dia nahkoda, orang yang selalu memandu saya ketika ingin sekali berlayar dilaut lepas, sebab, selain ia mahir memancing juga tahu medan dimana tempat-tempat tongkrongan ikan.
Sekenal dan setahu saya dikampung itu dia satu-satunya anak muda berbakat yang lihai dengan gitar-gitarnya, saking ahlinya ia dijuluki dan dikenal orang-orang sebagai --David slash-- layaknya seorang gitaris Band berpanggung internasional.
Dulu, ia pernah meminta saya untuk membuatkan ia sebuah lirik lagu yang berbau politis dan kritis terkhusus kepada para politikus-politikus republik ini. Dan malam ini khusus pula menyanyikan lagu untuknya dan semoga saja ia mendengarnya; lirik yang kurang lebih begini: --Kutanyakan Pak polisi keadilan di negri ini, Jangan biarkan reformasi dikebiri, jangan biarkan politisi menghancurkan negri. Mari jemput revolusi yang sudah lama kita nanti, Indonesia kan berdikari, jika mati tikus-tikus negri. --
Kini, dia telah lebih dahulu pergi, semua itu hanya tinggal cerita dan memori saja dipikiran saya. Dan hanya dua yang tersisa tentang kita, dan hanya dua juga cara saya untuk mengenangnya, pertama; menyanyikan lagu-lagu kita, kedua; berlayar di lautan lepas yang terbentang luas, seluas persahabatan kita.
Semoga Allah AzzaWajallaa mengampuni semua dosa-dosamu kawan... Aamiin Yarabbal 'Alamin
Komentar
Posting Komentar