PAK YUSUF SANG INSPIRATOR


Jan.2015.PidieJaya.Kel.126/KKN/UNSYIAH/VIII

CERITA SAYA DAN KKN PIDIE JAYA

Pagi ini matahari bersinar begitu indah menyingsing belahan bumi. Dari Gampong (desa) Adan saya dapat menyaksikan ke-indahan terbitnya sang fajar sampai dengan memuncak hingga terbenam kembali. Mengisyaratkan kepada umat bahwa waktu istirahat melepaskan penat telah tiba. Hari jum'at 16 Januari 2015.

Di desa kami tinggal sebelum pagi jum'at yang cerah nan indah. Daerah perdesaan Pidie Jaya di landa banjir yang begitu hebat di akibatkan guyuran hujan yang lebat malam harinya membuat beberapa desa terendam air akibat dari banjir tersebut. Di rumah Pak Ridwan tempat saya tinggal di sekeliling rumah beliau kumuh sekali akibat kotoran-kotoran dan sampah sisa banjir semalam, begitu juga dengan lumpur yang tebal membuat pandangan mata tidak enak dan sangat tidak nyaman sekali rasa-rasanya. Di sekitaran rumah pak Ridwan di kelilingi oleh lumpur kuning pakat tebal saya saksikan kala bangun pagi itu. Kampung Adan yang nyaman dan tentram saya rasakan kemarin hari kini berubah total, berantakan dan kumuh akibat terjangan luapan air sungai yang begitu besar. Dengan perasaan yang semak saya dan kawan-kawan berinisiatif untuk membasuh lumpur-lumpur yang berada di halaman dan sekeliling rumah juga lorong menuju rumah Pak Ridwan. 

Di pagi itu, pak Ridwan yan merupakan seorang kepala pemerintah gampong Adan (keuchik). Menerima telpon dari Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya, meng intruksikan bahwa beliau harus segera mendata rumah-rumah warga gampong adan yang menjadi korban akibat banjir dan luapan sungai tersebut. Lalu saya bersama teman-teman di panggil oleh bapak dan di amanahkan lah tugas pendataan rumah warga korban banjir tersebut kepada kami. Saya dan kawan-kawan menjalankan dengan baik amanah itu, setelah berkemas-kemas kami pun keliling kampung dengan berjalan kaki dan mendata seluruh rumah yang digenangi air sembari melihat-lihat kondisi dan situasi lapangan pasca banjir itu. Banyak hal-hal baru yang saya dan kawan-kawan jumpai di lapangan ketika itu, kita juga banyak bertatap muka lalu berbincang-bincang dengan masyarakat Gampong Adan ini (sungguh menyenangkan hari ini).

Menurut informasi dari hasil perbincangan saya dengan warga Gampong Adan. Banjir adalah suatu polemik (masalah) yang sudah dilematis di alami oleh masyarakat Gampong Adan ini, seperti sebuah kejadian yang sudah tak di herankan lagi bagi masyarakat. Menurut data yang kami peroleh secara keseluruhan lebih dari setengah rumah warga gampong adan ini digenangi air kemarin malam. Jumlah rumah yang berada dalam kawasan yurisdiksi gampong adan sebanyak 120 rumah atau KK (kepala Keluarga) 60 buah rumah warga menjadi landasan transit akibat banjir dan luapan air sungai gampong adan.

Meskipun banjir yang mencapai ketinggian 1 (satu) meter itu tidak memakan korban jiwa, tapi tetap banjir menjadi masalah yang utama dalam masyarakat yang sebenarnya harus segera diantisipasi dan ditanggulangi oleh pemerintah karena sangat menganggu kenyamanan juga ketentraman masyarakat gampong adan dan daerah sekitarnya, sehingga tidak berakibat pada kerugian masyarakat yang umumnya petani karena gagal panen.

KISAH PAK YUSUF SANG INSPIRATOR

Sangat menyentuh hati saya di tengah-tengah kami melakukan kegiatan pendataan tersebut dengan mendatangi rumah warga gampong adan jum'at pagi itu. Saya dan teman-teman yang melalukan tugas itu secara bergiliran untuk masuk dan berbincang dengan pemilik rumah, pada saat itu ialah giliran Al-Khalizy ketua kelompok saya ia adalah seorang mahasiswa fakultas ekonomi akuntansi angkatan 2011. Dia mendatangi sebuah rumah warga bertujuan untuk mendata pemilik rumah tersebut, setelah saya melihat dan mendengar ia mengetuk pintu sembari mengucap salam kepada pemilik rumah tidak lama setelah itu Khalizy masuk ke rumah tersebut menemui pak jusuf pemilik rumah itu, saya merasa tertegun heran dan ada yang janggal dengan sikap teman saya ini dia masuk kedalam rumah tanpa membuka sendal jepit yang berlumuran lumpur dan kumuh itu. Akhirnya saya putuskan untuk mendatangi rumah itu tujuan untuk menegur khalizy yang sangat tidak sopan menurut saya ketika berjamu ke rumah  orang tanpa membuka alas kaki. Dengan perasaan emosi saya menyambangi rumah pak jusuf, setiba di depan rumah saya membuka sendal lalu masuk dan berkata "pakon hana kah sut selop"? (kenapa anda tidak ungkai sendal?) ia menjawab "hana peu di peugah lee bapak" (tidak apa-apa kata bapak) saya pun melihat ke arah pak yusuf sembari tersenyum tampak ia sedang duduk menggendong seorang anak perempuannya berumur satu tahun itu. 

Akan tetapi rasa heran dan emosi saya terjawab ketika saya masuk dan melihat kondisi rumah beliau yang sangat tidak layak huni itu. Lantas rasa kesal dan emosi saya pelak hilang begitu saja ketika melihat dan menyaksikan dengan langsung kondisi rumah yang sangat buruk dan berantakan itu, rumah yang terbuat dari papan yang sudah lapuk itu kondisinya sangat lah memprihatinkan, ternyata lantai rumah pak yusuf tidak terbuat dari lantai yang sudah di semen atau mar-mar seperti rumah-rumah konvensional sekarang ini, melainkan masih berdiri atas tanah liat atau tanah dasar dari bangunan rumah itu.

Setelah melihat-lihat kondisi rumah bagian depan yang sangat memprihatinkan itu. Lalu saya meminta izin kepada pak yusuf untuk melihat-lihat kondisi rumah beliau secara keseluruhan dan masuk ke bagian belakang dan dapur, sebelum itu saya juga sudah meminta kepada pak yusuf untuk mengambil beberapa dokumentasi dan pak yusuf pun kiranya memberikan izin atas maksud saya tersebut. Sangat jelas terlihat dinding rumah pak yusuf tidak menutupi semua bagian rumah, sinar matahari tembus masuk kedalam rumah melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding rumah yang berlubang itu. Malah dinding sebelah kiri atas rumah terbuka sangat lebar sangat mudah air hujan masuk kedalam rumah dan nyamuk-nyamuk juga leluasa masuk di malam harinya di karenakan bagian-bagian rumah tidak tertutup rapi. Memang keseluruh bagian rumah tidak ada yang tertutup rapat dan kuat sebab papan yang digunakan sudah lapuk atau busuk tidak satu pun kayu atau papan yang masih baru dan kuat sehingga menyebabkan timbulnya lubang-lubang besar di seluruh bagian dinding rumah pak yusuf itu.

Mirisnya lagi tidak semua bagian dinding rumah terbuat dari papan malah ada yang dari bambu atau kayu-kayu sisa perabotan dan ranting-ranting yang di gunakan oleh pak yusuf untuk mendirikan rumah itu. Bangunan rumah pak yusuf nyaris tanpa cat tembok, dinding rumah bagian dalam hanya di balut dengan kertas semen untuk menutupi bagian-bagian rumah yang bocor atau tidak cukup bahan tersebut. Rumah  pak yusuf sangat lah berantakan di karenakan tidak ada tempak yang kokoh dan memadai bagi pak yusuf menata peralatan rumah tangga mereka, tampak di ruangan depan mereka hanya memiliki dua buah lemari yang hampir saja roboh. Saya melihat lemari yang tak mempunyai penutupnya lagi tampak di susun beberapa buku anak-anaknya juga pakaian yang tidak rapi lipatannya berada di dalam lemari itu.  

Ketika saya berada di dalam rumah kala itu, saya melihat dirumah pak yusuf hanya ada dua kamar saja. Dan sangat jelas terlihat dari bagian luar dinding kamar pak yusuf dan kamar anaknya yang bocor itu terbuat dari triplek dengan kondisi sudah hancur dan terdapat lubang-lubang besar pula di dinding kamar mereka. Saya dapat melihat jelas apa yang ada di dalam kamar dari lubang-lubang dinding kamar itu. Papan pintu dan perabotan rumah lainnya pun sudah rapuh dan lapuk memang sudak tak layak pakai lagi. 

Lalu saya berjalan ke arah dapur rumah pak yusuf. Ketika saya sedang berada di belakang bagian dapur rumah pak yusuf saya melihat dinding sebelah kiri dapurnya itu hanya terbuat dari rajutan pelepah daun kepala yang di ikat pada tonggak bambu kecil yang di jadikan sebagai tiang berdirinya dinding dapurnya. Peralatan dapur yang hanya seadanya juga tanpa ada kompor unutk memasak,. Pak yusuf Cuma memiliki dua wajan atau kuali berukuran kecil dan satu buah dang-dang tempat memasak air panas bagi keluarga mereka.

Walaupun banyak hal kekurangan pada pak yusuf, akan tetapi bagi saya pak yusuf adalah seorang bapak yang bertanggung jawab atas istri dan anak-anak mereka. Beliau adalah seorang bapak yang sangat menginspirasi saya hari ini, di tengah-tengah himpitan ekonomi dan kemiskinan pak yusuf tidak berputus asa sama sekali, tetap kuat dan semangat menjalani hidup juga tetap bekerja mencari rezeki untuk menafkahi dan menghidupi keluarganya. Pak yusuf adalah seorang petani miskin di gampong adan ini, pekerjaan beliau sehari-hari hanya berkebun, dan tampak saya melihat ketika di rumah beliau beberapa tumpukan pisang yang mungkin akan di jual ke pasar. 
Pak yusuf hidup bersama satu (1) orang istri dan bersama lima (5) orang anaknya, walaupun keluarga mereka tergolong ramai tapi tetap pak yusuf bekerja kerasa untuk mencari rezeki agar bisa bertahan hidup.

Yang paling membuat hati saya tersentuh adalah ketika saya sedang berada di rumah beliau itu. Terdengar suara dari salah satu kamar yang ternyata itu istri pak yusuf sedang mengajarkan anak-anaknya membaca tulis, saya mendengar istri pak yusuf mengajar anak-anaknya dengan sangat ikhlas dan bersemangat, satu hal lagi yang saya salut dengan perjuangan hidup beliau adalah meskipun beliau orang kurang mampu, akan tetapi pak yusuf tetap menyekolahkan dan memberikan pendidikan bagi anak-anak mereka, pak yusuf juga istrinya tetap berjiwa dan bercita-cita pendidikan yang tinggi bagi anak-anak mereka. Sebagai bukti  kecil saya melihat dan memotret di samping pintu depan bagian dalam dinding rumah pak yusuf terlihat tiga poster yang bergambarkan adalah huruf abjad indonesia, hijaiyah (abjad arab) dan pembagian.  
  
Begitulah singkat cerita saya pada hari ke lima KKN di gampong Adan ini, dan begitulah kisah inspiratif yang bisa saya petik dari pak yusuf beserta keluarga beliau, banyak pesan moril yang dapat saya dapat hari ini yang sangat berguna bagi pribadi saya juga hidup saya sendiri.

Tulisan ini adalah salah satu cara saya berbagi pengalaman dan inspirasi. Dan semoga tulisan ini baermanfaat bagi pembaca dan senantiasa mendoakan pak Yusuf beserta keluarga agar di mudahkan rezeki beliau oleh ALLAH SWT.. Aamiin..aamiin..Yarabbal'alamin. 

from : (Gampong Adan, kecamatan bandar dua. kelompok 126 KKN Unsyiah periode VIII 2014-2015 Pidie Jaya.)

Komentar