Kita selalu menanamkan 'keyakinan' bahwa gerakan mahasiswa adalah satu-satunya wadah yang ideal untuk menghimpun ide-ide kritis dalam mewujudkan cita-cita perubahan (revolusi).
Walau demikian banyaknya pemuda dewasa ini tidak lagi percaya diri dan pesimis akan perubahan (revolusi) itu, sehingga membuat mereka terkungkung dalam 'ide pikir' yang sempit dan terhagemoni oleh kaum yang reaksioner. Seakan-akan mereka berpikir bahwa mereka-lah orang-orang yang sedang berbuat untuk perubahan itu. Bagaimana mungkin perbuahan (revolusi) bersama-sama dengan mereka sedang mereka enggan untuk mendedikasikan seluruh hidup dan pemikiran, serta tidak rela pula mengorbankan segala materil dan moril yang mereka miliki.
Dan bagaimana pula perubahan (revolusi) itu bersahabat dengan mereka-mereka itu jika-lau pemikiran mereka sudah terinfeksi oleh penyakit yang dengan sengaja di tularkan oleh kaum kapital atau pemilik modal atas "ke-ideal-an" hidup pribadinya masing-masing.
Percayalah bahwa angan-angan kenikmatan hidup, jabatan yang tinggi, popularitas, dan strata sosial akan membuat kalian terus menjauh dari perubahan (revolusi) itu. Sebab, revolusi tidak akan pernah bersama-sama mereka yang hanya memikirkan bagaimana caranya mengisi kekosongan 'perut' mereka sendiri. Melainkan, revolusi adalah bersama mereka yang setiap harinya memikirkan bagaimana untuk membuat kenyang perut orang-orang jalanan, para pengamen, petani, nelayan, dan buruh-buruh pabrik (proletariat) yang setiap harinya harus bekerja keras untuk memperkaya "tuan-nya", dan bahkan mereka dipaksa bekerja lebih untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan keluarga mereka.
Dan ketahuilah bahwa para revolusioner itu hidupnya hanya untuk mereka-mereka diatas tersebut, bukan untuk diri mereka sendiri. Ketahuilah bahwa; tugas perjuangan revolusi yang di emban oleh kaum revolusioner itu sangat-lah berat, tidak semudah yang dibayangkan orang-orang awam (reaksioner). Maka, kalau kalian tidak mampu 'meniadakan' hidup kalian pribadi atas hidup orang lain dan mendahulukan kebutuhan orang lain atas diri kalian sendiri maka malulah kalian pada revolusi itu. Dan menjauhlah, jangan pernah sekali-kali mencatut dan mengotori ke-"sucian" revolusi hanya demi membohongi orang banyak untuk kepentingan kedudukan yang lebih tinggi dan popularitas. Apalagi kalian berjuang memanfaatkan revolusi itu dengan pengharapan memperoleh kekayaan, dan label sebagai pejuang. Sungguh ter-'hina'-lah orang-orang seperti itu.
Akan tetapi, apabila kalian telah mampu dan mahu mendedikasikan seluruh hidup dan bahkan mati kalian untuk mereka para orang-orang miskin, petani, nelayan, para buruh-buruh pabrik, dan rakyat miskin kota, maka yakin dan percayalah revolusi itu berada tepat di kepalan tangan 'kiri' kalian. maka, genggam-lah dengan sekuat tenaga sembari mengangkat tangan 'kiri' kalian sambil meneriakkan kata 'revolusi' itu sebagai panji-panji perjuangan.
--Kita selalu yakin dan percaya bahwa keberanian adalah seperti sikap keberimanan--, jika kita miliki keberanian maka kita memiliki harga diri. Karena revolusi membutuhkan orang-orang yang berani dan orang-orang yang lantang berbicara kebenaran. Mulut-mulut mereka para revolusioner itu tidak pernah terketut untuk menyuarakan semua keluhan dan aspirasi masyarakat, dan bahkan mereka akan seperti 'singa' ketika sedang berada di jalanan.
Jauhkanlah diri dan pikiran kalian daripada orang-orang yang hanya memikirkan kenikmatan hidup mereka pribadi dan orang-orang yang mengharapkan kekayaan, serta glamoritasnya kaum hedonisme. Oleh sebab, cara dan gaya hidup serta pemikiran mereka yang seperti itu jauh sekali dari 'revolusi' yang kita cita-citakan.
Revolusi tidak semata-samata mengangkat sepucuk senjata seperti apa yang dipahami orang banyak. Atau seperti apa yang dilancarkan oleh kaum revolusioner di berbagai belahan negara lain.
Revolusi juga tidak se-keras dan se-kejam yang ada di pikiran orang-orang yang berseberangan. Dan, revolusi itu tidak mutlak punya orang-orang yang di klaim sebagai "komunis"-me, "marxisme" atau bahkan "leninnis-me". Revolusi itu adalah milik kita bersama, dan milik rakyat pada hakikatnya. Oleh karena, hanya ide revolusi-lah yang sebenar-benarnya ide serta gagasan yang murni berpihak kepada rakyat! tidak halnya dengan kapitalisme, liberalisme dan ide-ide lainnya yang sungguh paradoksal.
Sekarang menjadi tugas dan tanggung jawab kita mencopot dan membersihkan 'buruk'-nya label hitam yang melekat pada revolusi itu. Menyangkal semua stereotip keras dan kejam atas revolusi yang dengan sengaja di propagandakan oleh kaum kapital dan pemilik modal industri-industri besar demi melancarkan eksplorasi dan eksploitasi mereka atas sumber daya alam dan energi serta seluruh kekayaan bangsa dan negara yang nenek moyang kita warisi.
Kita harus berhasil mewujudkan semua itu dan meyakinkan orang-orang bahwa revolusi jauh dari apa yang dituduhkan oleh mereka-mereka itu.
Kenapa merek se-begitu bencinya kepada revolusi? Sebab revolusi itu tidak bersahabat dengan mereka para pemilik modal, orang-orang kaya, dan kaum bangsawan. Revolusi itu adalah milik rakyat, dan ia (revolusi) itu akan Jaya bersma-sama rakyat pula. Revolusi bersama-sama mereka yang tertindas dan di rampas hak-haknya. Dan, revolusi itu bersama-sama mereka yang tidak mendapatkan keadilan, serta revolusi itu akan terus bersama-sama mereka yang menjadi tumbal dari keculasan kekuasaan dan ke-otoriterian.
Tidak-kah kita sadar jika kita mencita-citakan revolusi sebenarnya kita sedang berjuang bersama-sama rakyat untuk merebut kembali hak-hak mereka! tidak-kah kita sadar bahwasanya cita-cita revolusi akan membawa kesejahteraan bagi mereka! Dan tidak-kah kita sadar hanya bersama revolusi keadilan akan mereka dapatkan. Benar! Cuma dengan paham dan semangat juang yang revolusioner yang hanya mampu melawan dan menumbangkan mereka (rezim) yang otoriter, rakus, culas serta 'biadap' yang terus-menerus menghisap darah rakyat.
Barangkali kita terlalu ideal melihat serta menilai revolusi itu dalam realitasnya. Tidak-kah kita melihat para pendahulu kita betapa "gila"-nya ide-ide perubahan yang mereka telah warisi kepada kita sekarang ini. Pernah-kah kita merenungi dan mencoba merasa-rasa bagaimana penderitaan yang mereka alami demi memperjuangkan perubahan itu? Dan berapa banyak karya yang telah mereka ciptakan hanya untuk menjelaskan kepada kita sekarang ini, sehingga membuat kita paham. Berapa banyak perbuatan yang telah mereka lakukan untuk kita contohi!
Tidak-kah kita percaya bahwa suatu hari nanti kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan, akan terwujud dibawah naungan 'sosialisme' seperti apa yang di cita-citakan Bung Karno. Jika saja orang-orang sadari sekarang ini kita sedang menjalani periode rovolusi berjenjang yang pada akhirnya nanti kita akan sampai kepada masyarakat 'sosialis-me' itu.
Putut-lah kiranya untuk menghormati dan menghargai mereka (pendahulu) itu hanya cukup dengan melanjutkan apa-apa yang telah mereka kerjakan, pikirkan, serta perjuangkan. Sebab, tanpa sumbangsih mereka, kita yang hidup di era modern sekarang ini hanyalah se-kelompok orang yang tumpul dan bebal dengan akal kita sendiri, lemah pergerakannya, dan menjadi penakut dengan keberanian yang kita miliki. Sehingga terus hanyut dalam derasnya arus kapitalisme global.
Jangan sekali-kali kita mencoba untuk mempolitisir makna revolusi dan bahkan me-komersial-kannya, dan jangan pula kita bertindak serta menafsirkan revolusi itu seperti apa yang kita ingini, atau sesuai dengan orderan (perintah penguasa). Dan tidak pula kita kerjakan seperti apa yang kita inginkan atas revolusi tersebut. Tetapi, kerjakan-lah seperti apa yang revolusi itu sendiri inginkan dan cita-citakan.
Selamat ber-kongres sahabat-sahabat se-ide, se-gagasan dan se-pemikiran serta se-perjuangan saya Jaringan Mahasiswa Kota (JMK). Teruslah konsisten mengkampanyekan serta menyebarluaskan ide-ide 'revolusi' yang di anggap "gila" itu.
Di saat orang-orang pesimis dengan kemampuan diri dan pemikiran mereka sendiri, maka kita akan selalu yakin dan percaya bahwa ide kritis ini tidak akan pernah menjadi sia-sia.
Ide besar butuh pisau analisis yang kritis untuk membedahnya, dan butuh otak dengan kapasitas besar untuk menampungnya, serta ide besar itu butuh perjuangan yang keras pula untuk mewujudkannya. SALAM REVOLUSI!!!

Komentar
Posting Komentar